Contoh Bangunan Dengan Seni Arsitektur Dekoratif

Bukan hanya lukisan yang membutuhkan sentuhan seni dan dekoratif namun juga bangunan. Seni arsitektur dapat dikelompokkan menjadi berbagai macam jenis dan salah satunya adalah art deco. Seni bangunan dekoratif ini popular pada tahun 1920 hingga pada akhir 1939. Seni bangunan ini tidak hanya mengadaptasi pada satu jenis bentuk bangunan atau aliran namun beberapa jenis atau aliran misalnya aliran kubisme, moderrenisme, konstruktisionisme, bahaus, futurisme dan art nouveau. Jenis seni arsitektur ini juga mengadaptasi motif sinar matahari dan zigzag pada bangunan milik suku Maya yang ada di Amerika Selatan.

Salah satu bangunan dengan seni bangunan dekoratif tersebut adalah Gedung Crysler. Gedung ini menjadi salah satu dari gedung tertinggi yang ada di dunia karena memiliki tinggi hingga 319 meter. Gedung yang berada di timur Manhattan tepatnya di persimpangan 42nd street dan Lexington Avenue, New York ini dibangun pada 1928 hingga 1930 oleh seseorang bernama William Van Allen. Gedung pencakar langit ini yang awalnya memiliki tinggi 319 meter menjadi 365,8 meter yang digunakan sebagai Bank of Amerika. Hingga saat ini gedung dengan 1046 lantai ini masih digunakan sebagai perkantoran.

Di Indonesia sendiri, bangunan dengan seni dekoratif tersebut dibawa pada masa penjajahan Belanda sehingga tidak jarang jika banyak rumah peninggalan Belanda yang ada di Indonesia yang menggunakan seni bangunan dekoratif tersebut. Daerah di Indonesia yang memiliki bangunan dengan seni tersebut berada di Bandung. Beberapa bangunan tersebut diantaranya adalah :

  • Gereja Katedral St. Petrus
  • Gereja Bethel
  • Hotel Preanger
  • Vila Isola
  • Hotel Homann
  • Bank Pembangunan Daerah
  • Villa Tiga Warna
  • Villa Dago Thee

Sedangkan bangunan selain yang ada di Bandung yang menggunakan seni bangunan art deco yaitu :

  • Stasiun Boes atau Stasiun Jakarta Kota
  • Gedung Museum Bank Mandiri atau ex-Nederlandsche Handel-Maatschappij atau NHM yang dirancang oleh A.P. Smits, J.J.J de Bruyn dan C. Van de Lindre pada tahun 1929.
  • Museum Keramik dan Seni Rupa di Jl. Pos Kota No.2, Jakarta Barat.

Leave a Reply