perkembangan otak anak
perkembangan otak anak

Kolin, merupakan salah satu nurtrisi penting yang diperlukan bagi perkembangan otak anak. Khususnya di 1000 hari pertama anak dilahirkan dan di masa usia emasnya. Mengapa penting di usia tersebut? Seribu hari pertama anak adalah masa di mana otak anak mulai berkembang pesat hingga usia 5 tahun. Penglihatan, misalnya mulai berada di puncak perkembangan ketika anak usia 3 bulan, perkembangan bicara di usia 8 bulan, dan perkembangan kognitif di usia 12 bulan. Setelah usia tersebut, hingga 5 tahun otak berkembang hingga 95 persen otak usia dewasa.

Jika masa tersebut terlewati, dapat pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat digantikan di masa berikutnya. Di masa sekolah, remaja, hingga dewasa pada dasarnya tergantung pada masa awal kehidupan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan otak anak adalah nutrisi. Nutrisi yang harus ada di masa perkembangan adalah kolin. Kolin mempunyai peran penting dalam perkembangan dan penyempurnaan daya ingat. Daya ingat ini yang akan menentukan kecerdasan anak kelak. Umumnya, kolin ada di makanan yang juga mengandung protein atau nukleotida, zat yang meningkatkan daya tahan tubuh.

Makanan tersebut, antara lain:

1. Telur

Telur dalam ilmu gizi dikatakan sebagai makanan yang mengandung protein sempurna. Tidak hanya itu, telur juga mengandung kolin. Telur, dapat berupa telur ayam negeri, kampung, burung puyuh, bebek, dan sebagainya. 

Selain mudah didapat, telur juga umumnya disukai anak-anak. Namun, untuk menyajikannya tetap diperlukan variasi menu telur agar anak tidak bosan.

2. Susu

Meski dalam diet empat sehal lima sempurna susu sering disebut sebagai pelengkap, peranannya tetap penting. Saat ini produk susu sudah lebih variatif disesuaikan dengan kebutuhan anak. Ada susu untuk bayi 0 – 6 bulan, 6 sampai 1 tahun, susu batita, dan sebagainya. Varian rasanya juga banyak sehingga anak dapat memilih yang disukainya. Susu yang mengandung kolin dapat Anda jadikan rekomendasi dalam memilih susu untuk buah hati.

3. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang merah, dan lain-lain beserta olahannya juga menjadi sumber kolin. Artinya tahu dan tempe murni yang berasal dari kacang kedelai juga dapat menjadi menu andalan.

4. Ikan

Selain mengandung protein tinggi untuk membangun sel-sel tubuh ternyata kolin juga terdapat dalam segala jenis ikan. Ini mudah, mengingat Indonesia sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di dunia.

5. Daging Sapi dan Ayam

Daging sapi dan ayam turut andil dalam menyumbang kolin untuk dikonsumsi. Namun, bukan daging ayam yang dimasak ala fast food ya! Fast food umumnya dimasak dengan suhu tinggi yang dapat menghilangkan nutrisi dalam kandungannya. Jadi, ingin perkembangan otak anak Anda optimal? Bantulah dengan nutrisi yang tepat. Pastikan makanan yang mengandung kolin menjadi bagian dari menu sehari-hari.